BAB dengan kata lain hanya ada satu orang saja

BAB I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

1.1LATAR BELAKANG

            Di masa modern sekarang ini masyarakat Indonesia sangat
bergantung dengan teknologi terutama saat kita ingin berkomunikasi jarak jauh,
tetapi masyarakat belum mengetahui proses yang harus dilalui agar data atau
informasi  dapat di terima oleh penerima.
Ada beberapa proses yang harus dilalui salah satunya adalah mengamankan data,
tentu  saja saat kita berkomunikasi kita
ingin pesan atau data kita tetap terjaga privasinya dengan kata lain hanya ada
satu orang saja yang mengetahui isi pesan atau data kita yaitu penerima.

Ada banyak teknik yang digunakan untuk
mengamankan data disini penulis akan menggunakan AES (Advanced Encryption
Standard) dan DES  (Data Encryption
Standard)

1.2 TUJUAN

            Didalam laporan ini penulis menggunakan teknik AES dan DES
yang digunakan untuk mengamankan data. Penulis ingin membandingkan dua teknik
AES dan DES dari dua teknik tersebut mana yang paling bagus untuk mengamankan
data

1.3 MASALAH

            Belum diketahui secara pasti teknik mana yang paling aman
jika di terapkan untuk mengamankan data , disini penulis menggunakan teknik AES
dan DES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

DASAR TEORI/LANDASAN TEORI

 

2.1.PENELITI PENDAHULU

DES    

Dalam tahap ini saya  akan memasukan  algoritma Lucifer yang dibuat oleh Horst
Feistel, beliau juga yang membuat teknik DES tetapi penulis tetap meneliti
teknik DES yang digunakan untuk keamanan data

Penjelasan gambar diatas

 plainteks ditransposisi dengan IP yang
bertujuan untuk mengacak plainteks sehingga urutan bit-bit di dalamnya berubah.
lalu  kemudian Hasil transposisi awal
lalu di enciphering sebanyak 16 putaran. Setiap putaran menggunakan kunci
internal yang berbeda. Selanjutnya  Hasil
enciphering ditransposisi dengan matriks transposisi balikan (invers initial
permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks.

Selanjutnya penulis akan menjelaskan
proses yang terjadi saat di enciphering menurut sumber yang saya baca saat
masuk di  enciphering blok plainteks itu
di bagi menjadi dua, antara kanan dan kiri panjangnya 32 bit

Berikut
ini adalah proses yang terjadi di enciphering

 

 

 

Gambar diatas adalah table pengacakan
yang dilakukan tadi

 

Lalu tahap selanjutnya adalah Pembangkitan
Kunci Internal dalam tahap ini kita membutuhkan 16 kunci karena ada 16 putaran
yang kita lakukan. Lalu ada tahap enkripsi sebeum tahap enkripsi kita harus
membangkitkan kunci internal terlebih dahulu

Dalam transposisi ini, tiap bit
kedelapan (parity bit) dari delapan byte kunci diabaikan. Hasil 7-transposisinya
adalah sepanjang 56 bit, sehingga dapat dikatakan panjang kunci DES adalah 56
bit. Selanjutnya, 56 bit ini dibagi menjadi 2 bagian, kiri dan kanan, yang
masing-masing panjangnya 28 bit, yang masing-masing disimpan di dalam Co dan
DO:

CO: berisi bit-bit dari K pada posisi

57, 49, 41, 33, 25, 17, 9, 1, 58, 50,
42, 34, 26, 18

10, 2, 59, 51, 43, 35, 27, 19, 11, 3,
60, 52, 44, 36

 

Do: berisi bit-bit dari K pada posisi

63, 55, 47, 39, 31, 23, 15, 7, 62, 54,
46, 38, 30, 22

14, 6, 61, 53, 45, 37, 29, 21, 13, 5,
28, 20, 12, 4

Lalu dua bagian itu dipindahkan ke kiri perpindahan
tergantung pada jumlah putaran

 

AES

 

Gambar
diatas adalah proses yang harus dilakukan jika menggunakan AES

Tahap pertama adalah Add Round Key dalam
tahap ini  chiper teks yang sudah ada di
gabungkan dengan chiper key yang lain sedangkan relasimya  XOR.

 

Tahap kedua adalah Sub Bytes disini kita
menukar isi dari matriks disetiap isi table merupakan bilangan hexadecimal

 

Lalu selanjutnya adalah shift rows
teknik ini menggunakan pergeseran tempat jadi misalkan digambar itu a2,3 akan
bergeser ke kiri menempati kotak yang ditempati oleh a2,1

 

2.2.TEORI TERKAIT DENGAN BLOCK CIPHER

DES

Data Encryption Standard  adalah salah satu block cipher , didalam Data
Encryption Standard  itu sendiri terdapat algoritma kunci simetris yang
menggunakan 56-bit key DES hanya menggunakan blok 64 bit . DES sekarang
dianggap tidak aman untuk banyak aplikasi.salah satu kelemahan DES adalah
ukuran kunci yang kecil yaitu 56 key mungkin ini yang menyebabkan DES tidak
aman

AES

            Advanced Encryption Standard adalah salah satu block cipher Algoritma AES memakai
kunci kriptografi 128,192,256 bit untuk meng enkripsi dan dekripsi data pada
blok 128. Setelah DES tidak aman lagi AES muncul , dan lebih aman , AES dapat
dijalankan dalam berbagai mesin 8 bit -64 bit dan berbagai perangkat lunak. AES
di bagi menjadi AES-128, AES -192, AES 256

Pengelompokkan
jenis AES ini adalah berdasarkan panjang kunci yang digunakan. Angka-angka di
belakang kata AES menggambarkan panjang kunci yang digunakan pada tiap-tiap
AES. Selain itu, hal yang membedakan dari masing-masing AES ini adalah
banyaknyaround yang dipakai. AES-128 menggunakan 10 round, AES-192 sebanyak 12
round, dan AES-256 sebanyak 14 round.

AES
memiliki ukuran block yang tetap sepanjang 128 bit dan ukuran kunci sepanjang
128, 192, atau 256 bit. Tidak seperti Rijndael yangblock dan kuncinya dapat
berukuran kelipatan 32 bit dengan ukuran minimum 128 bit dan maksimum 256 bit.
Berdasarkan ukuran blockyang tetap, AES bekerja pada matriks berukuran 4×4 di
mana tiap-tiap sel matriks terdiri atas 1 byte (8 bit). Sedangkan Rijndael
sendiri dapat mempunyai ukuran matriks yang lebih dari itu dengan menambahkan
kolom sebanyak yang diperlukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN.

 

3.1 METODE.

            Penulis mencoba dua teknik yaitu DES dan AES dengan cara memasukan
plaintext secara acak didalam excel,

Penulis memasukan plaintext kedalam
block cipher DES dan AES, plaintext harus sama persis supaya kita bisa
membandingkan mana yang lebih baik , 
penulis menggunakan Plaintext (input) 8369647365876578 ,
8385767383848979, 8385756566857773,
8369847365876578

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1. HASIL

            Penulis telah melakukan banyak percobaan
untuk mengetahui mana yang paling kuat untuk mengamankan data

 DES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AES

 

 

 

4.2PEMBAHASAN

            Dari hasil diatas dapat diketahui lebih kuat AES. Karena
setelah seluruh korelasi AES maupun DES di rata rata lebih kecil AES (0,14)
daripada DES (0,17) tetapi jika di hitung per plaintext belum tentu yang paling
aman AES contoh nya pada plaintext  ke 3
AES (0,031) DES (0,26) , secara keseluruhan lebih aman AES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

 

AES terbukti aman dan kuat saat mendapat
serangan sederhana (linear dan diferensial attack) yang memakai statistik untuk
menemukan sandi, AES memiliki sifat cipher yang diharapkan yaitu : kuat
menghadapi analisis sandi yang diketahui, cepat menyesuaikan saat digunakan dalam berbagai hardware dan software, baik
digunakan untuk fungsi hash karena tidak memiliki weak (semi weak) key, cocok untuk perangkat yang membutuhkan key agility yang cepat, dan cocok untuk stream cipher.kemudahan AES memberikan
keuntungan berupa kepercayaan bahwa AES tidak terdapat jebakan yang digunakan
untuk menjebak administrator agar menjalankan perintah tertentu yang nantinya
dengan perintah tersebut penyusup bisa mendapatkan jalan untuk mendapatkan
previlege root. AES dibuat dengan sangat hati-hati dan baik sehingga setiap
komponennya memiliki tugas yang jelas,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

ACUAN  & LAMPIRAN

https://www.nayuki.io/page/des-cipher-internals-in-excel

https://www.nayuki.io/page/aes-cipher-internals-in-excel

http://kriptografijaringan.blogspot.co.id/2016/03/enkripsi-algoritma-aes-advanced.html

http://ilmu-kriptografi.blogspot.co.id/2009/05/algoritma-des-data-encryption-standart.html

Data Encryption Standard

https://id.wikipedia.org/wiki/Advanced_Encryption_Standard