Struktur keseluruhannya, dan bagian kelenjar merupakan dua pertiga dari

Struktur Anatomis yang Terlibat

 

Prostat2

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Prostat
adalah sebuah kelenjar aksesori yang terbesar dalam sistem reproduksi pria.

Pada umumnya, panjang prostat adalah 3cm, kelebaran prostat adalah 4cm, dan
kedalaman prostat adalah 2 cm. Bagian fibromusculus
dari sebuah prostat hanya merupakan sepertiga dari keseluruhannya, dan bagian
kelenjar merupakan dua pertiga dari prostat. Selain itu, prostat mengelilingi
uretra prostat.  

Kapsul prostat yang berserat
bersifat tebal dan dikelilingi oleh saraf dan pembuluh darah. Kapsul prostat
ini diselubungi oleh lapis visceral dari fascia
pelvis. Lapis visceral ini tipis pada anterior, berkelanjutan dengan ligamentum pubovesicale secara
anterolateral, dan tebal pada posterior di mana ia bergabung dengan fascia retroprostatica.

Prostat memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan,
Pertama, dasar yang dekat dengan vesica
urinaria. Kedua, apex yang bersentuhan dengan fascia pada sisi superior
dari spincter urethrae dan otot-otot
perineal dalam. Ketiga, lapisan atas yang terbuat dari otot, di mana serat otot
transvers membentuk sebuah hemispincter vertikal, yang merupakan bagian dari spincter urethrae. Lapisan antas
anterior ini terpisah dari symphisis
pubica oleh lemak retroperitoneal
dalam ruang retropubik. Selain itu, bagian posterior prostat berhubungan dengan
ampulla rektum dan bagian inferolateral yang berhubungan dengan levator ani.

Prostat bisa dibagi menjagi tiga bagian: Pertama, isthmus prostatae, yang letaknya
anterior pada uretra, bersifat fibromuscular
(di mana serat otot merupakan kontinuasi superior dari otot spincter urethrae yang berada di leher vesica urinaria) dan tidak memiliki
banyak jaringan glanduler. Kedua dan ketiga, lobus prostat kiri dan kanan, yang
dipisah secara anterior oleh isthmus
dan secara posterior oleh sebuah kerut yang dangkal.
                  Tiap
lobus bisa dibagi menjadi empat lobul bedasarkan hubungan bagian tersebut
dengan uretra, ductus ejaculatorius
dan peletakan saluran-saluran dan jaringan-jaringan yang ada pada prostat.

Empat bagian ini adalah inferoposterior,
inferolateral, superomedial dan anteromedial.

Inferoposterior adalah lobus yang
terletak posterior dari uretra dan inferior dari ductus ejaculatorius. Bagian ini bisa dirasakan pada pemeriksaan
palpasi rektal. Lobus inferolateral terletak lateral dari uretra dan merupakan
bagian besar dari lobus kiri atau kanan. Lobus
superomedial terlekat di bagian dalam jika dibanding dengan lobus inferoposterior, dan melingkari ductus ejaculatorius ipsilateral.

Terakhir, lobus anteromedial terletak
pada bagian dalam jika dibanding dengan lobus
inferolateral, dan lateral pada uretra prostat proksimal.

Lobus superomedial
dan anteromedial bisa mengalami
hipertropi pada pria yang lanjut umur. Hipertropi ini membentuk menjadi lobus
tengah yang terletak di antara uretra dan ductus
ejaculatorius dan dekat dengan leher vesica
urinaria. Pembesaran lobus tengah tersebut bisa menyebabkan kemunculan uvula pada ostium ureteris internal.

Saluran prostat sedikit berhubungan dengan sinus prostat yang terletak pada samping
colliculus seminalis yang berada pada
dinding posterior uretra prostat. Cairan prostat merupakan sekitar 20% dari
semen dan bermain peran dalam pembuatan dan aktivasi sperma.

Darah dalam prostat dibawa oleh arteri prostat yang
merupakan cabang dari arteria iliaca
interna, yaitu arteri puendus
internal, arteri rectus tengah, dan terutama
arteria vesica inferior. Pembulu darah tersebut membentuk sebuah plexus yang
mengelilingi dasar prostat. Plexus
venosus prostaticus ini mengalirkan darah kepada vena iliaca interna pada
bagian capsula fibrosa prostat dan
sarung prostat. Plexus venosus
prostaticus adalah sebuah penerusan superior dari plexus venosus vesicalis dan terhubung secara posterior dengan plexus venosus vertebralis internus.

Uretra Proksimal pada Pria1

Uretra pria adalah tabung berotot yang memiliki panjang
sekitar 18-22 cm. Di dalam uretra, air seni mengalir dari ostium ureteris internal milik vesica
urinaria ke ostium ureteris eksternal
yang berada di ujung glans penis pada pria. Selain itu, uretra juga merupakan
jalur keluar bagi semen, sperma dan sekresi glanduler.

Bagian uretra yang preprostatik atau intramural bisa bevariasi
dalam kepanjangan dan diameter. Variasi ini bergantung kepada vesica urinaria yang mengisi (di mana
leher vesica urinaria mengalami
kontraksi sehingga ostium ureteris interna menjadi tinggi dan kecil) atau
mengosong (di mana leher mengalami relaksasi dan ostium menjadi rendah dan lebar). Bagian dari uretra prostat yang
paling mencolok adalah puncak uretra atau crista
urethralis. Crista urethralis ini
adalah sebuah punggung bukit kecil yang terletak di antara dua lekukan (sinus
prostatik). Saluran prostatik juga berhubung dengan sinus prostatik. Di tengah
puncak uretra ada sebuah bulatan kecil yang memiliki ostium terbelah yang mengandung utriculus
prostaticus. Ductus ejaculatorius
terhubung dengan uretra prostatik oleh belahan-belahan kecil yang terletak
sebelah ostium utriculus prostaticus. Inilah tempat di mana saluran kemih dan
reproduktif bergabung.

Pada uretra, terutama pada bagian intramural dan prostatik,
darah mengalir lewat cabang prostatik arteria
vesicalis inferior dan arteria
rectalis media. Vena yang datang dari kedua bagian uretra berhubungan
dengan plexus venosus prostaticus.

Uretra terhubung oleh sistem saraf lewat plexus prostaticus. Plexus prostaticus ini adalah salah satu dari pleksus pelvik yang merupakan
ekstensi dari plexus hipogastricus inferior yang khusus berfungsi untuk organ
tersebut.